Palembang-Saat ini sudah tidak bisa dipungkiri lagi internet sudah hampir dapat diakses dimana saja baik di perkotaan maupun di perdesaan, jaringan internet merupakan syarat utama menuju era digital.
Pengunaan ponsel pintar (smart phone) yang semakin tinggi di Indonesia mendudukan Negara Indonesia berada di peringat kelima pengguna internet dunia. Sesuai peringkat Internet World Stats, Indonesia hanya kalah dari Tiongkok, India, Amerika Serikat dan Brasil.
Dari 263,5 juta penduduk Indonesia pada 2017, sebanyak 132,7 juta adalah pengakses internet (per 30 Juli 2017)
Maraknya pengguna internet di Indonesia yang semakin besar membuat perusahaan aplikasi (startup) semakin gencar pula merebut pangsa pasar penggunaan aplikasi seperti aplikasi ojek online, jual-beli online, dan apliksi lainnya.
Di Indonesia aplikasi ojek online dan jual beli online semakin bertumbuh. Demam jual beli online tidak hanya terbatas pada perkotaan saja namun, keinginan masyarakat di pedesaan juga semakin besar karena mereka sudah dapat mengaksesnya melalui smartphone mereka masing-masing. Namun sayangnya willayah pengiriman kerap kali menjadi alasan.
Diperkotaan, pengiriman menjadi barang menjadi biasa saja karena didukung oleh jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dan didukung dengan infrastruktur penamaan jalan yang jelas. Namun bagaimana di pedesaan?
Sebab itu nama jalan, nomor rumah, dan petunjuk-petunjuk arah jalan menuju kota, kecamatan, pedesaan hingga ke rukun tangga (rt), maupun rukun warga (rw) menjadi sangat penting didalam era digital.
Di era digital, nama jalan dapat diakses secara langsung melalui peta seperti melalui google maps di smartphone yang kita miliki. Masuknya willayah kita menunjukkan bahwa daerah tersebut melek atau sadar akan teknologi.
-mla-
Referensi:
http://zonautara.com/blog/2018/01/30/data-indonesia-peringkat-kelima-pengguna-internet-dunia/